Pelayanan Kesehatan di Taman Jeka, Poso.

Tahun 1997 Indonesia dilanda krisis moneter disertai dengan fluktuasi kondisi ekonomi dan politik yang tidak menentu, telah menggiring Indonesia menuju konflik nasional, baik secara vertikal maupun horizontal. Pada waktu itu Indonesia sangat rentan dengan perpecahan, terjadi berbagai gejolak konflik diberbagai daerah, salah satunya konflik yang terjadi di Poso yang disinyalir oleh banyak kalangan adalah konflik bernuansa SARA. Banyak kalangan yang beranggapan bahwa kondisi Poso saat ini belum kondusif, salah satu tolak ukurnya adalah masih berlangsungnya operasi tinombala sampai saat ini. Operasi Tinombala adalah operasi gabungan TNI bersama Kepolisian pada tahun 2016 diwilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Operasi ini melibatkan satuan Brimob, Kostrad, Marinir, Rider, dan Kopasus untuk menangkap gembong teroris Santoso. MER-C selaku LSM dibidang kemanusiaan sudah pernah turut terlibat membantu penanganan medis bagi para korban konflik Poso sejak tahun 2000. Untuk itu MER-C akan terus turut andil bekerjasama dengan berbagai komponen bangsa untuk menciptakan Poso yang damai.

Koordinasi dengan Bupati Poso, Kemenkes dan Dinkes Poso.

Pada misi tersebut tim MER-C melakukan pemetaan dan pengumpulan data tentang Poso yang meliputi sejarah, geografis dan kultur masyarakat terutama masyarakat yang bersentuhan langsung dengan konflik. MER-C juga melakukan audiensi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, pihak keamanan, dan pemerintah setempat untuk memberitahukan tujuan misi dan melakukan perizinan kegiatan. Pada misi tersebut, MER-C melakukan pendekatan medis kemanusiaan dengan kegiatan penyuluhan, pelatihan dan pengobatan masal kepada keluarga yang anggota keluarganya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), para mantan DPO dan keluarga yang bersentuhan langsung dengan konflik.

MER-C mengadakan program pelatihan pijat jantung kepada herbalis dan pengurus Rumah Sehat serta pengobatan masal didaerah Kayamanyadengan bekerjasama denga Yayasan Wakaffatul Ummah. Tim juga memfasilitasi pengobatan masal kepada seluruh santri Ponpes Amanah Poso serta memberikan pengobatan masal kepada dua komunitas muslim dan dua komunitas kristen di wilayah Kilo Sembilan. Pengobatan masal juga dilakukan kepada masyarakat desa Kalora, Tamanjeka dan Gunung Biru.

Setelah seluruh agenda misi selesai, tim melakukan pemaparan hasil misi dan rekomendasi untuk tindak lanjut dari misi kemanusiaan Poso 2017 kepada Bupati Poso beserta jajaran Dinas Kesehatan.

Berdasarkan hasil assesment dan misi kemanusiaan Poso, Mer-C menggarisbawahi sejumlah hal. Masyarakat yang bersentuhan langsung dengan konflik Poso merasakan ketidakadilan dalam penegakan hukum pada konflik Poso terdahulu sehingga dikhawatirkan akan memicu konflik terulang kembali.

Tim juga mendapati bahwa sebagian besar kelompok masyarakat di Poso masih lebih memilih pengobatan herbal dan alternatif sehingga program pemerintah dibidak kesehatan kurang mendapatkan respon positif. Pada misi tersebu8t, MER-C tidak hanya melakukan pengobatan masal dan pelatihan kesehatan. Namun, MER-C juga melakukan pendekatan kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat sehingga misi yang dijalankan oleh MER-C mendapat dukungan dan kepercayaan dari masyarakat. Melalui pendekatan kesehatan yang dilakukan oleh MER-C, masyarakat yang sebelumnya tertutup dapat membuka diri kembali. Dengan demikian pesan perdamaian yang dibawa oleh MER-C dapat diterima masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *