Menjadi Tenaga Bantuan Medis, MER-C Jogja Dukung Aksi Bela Palestina

Tim medis MER-C Jogja dalam aksi bela Palestina.

Minggu 30 Juli 2017, ribuan umat Islam dari Yogyakarta dan sekitarnya memadati kompleks Masjid Syuhada Yogyakarta. Masa yang berkumpul sejak pagi untuk melakukan long march ke kawasan 0 KM Yogyakarta mengumandangkan takbir dan lantunan lagu penyemangat. Dibawah komandu dari Forum Ukuwah Islamiyah (FUI), masa dari berbagi ormas tersebut menyuarakan suara yang sama yaitu mengecam tindakan agresi dan kekerasan Israel di tanah Palestina dan komplek Masjidil Aqsha.

Diantara kerumunan peserta aksi tersebut, tim MER-C Jogja berusaha sesigap mungkin untuk mengawal kondisi kesehatan para peserta yang juga diikuti oleh ibu-ibu dan anak-anak.

Tim MER-C Jogja sendiri terdiri dari internal MER-C Jogja, Fakultas Kedokteran UGM, dan Tim Bantuan Medis Mahasiswa (TBMM) UGM yang semuanya bergabung dibawah bendera MER-C Jogja. Tim berkumpul di markas mer-c jogja pukul 7.30 utk melangsungkan briefing. Briefing dipimpin oleh Nanang Khoirino selaku korlap tim MER-C Jogja pada acara tersebut.

MER-C Jogja mengerahkan 1 unit ambulance, 1 unit mobil ranger dan 1 unit mobil penumpang. Tim medis MER-C Jogja yang bersiaga pada akasi tersebut memiliki kekuatan 12 dokter, 11 paramedis dan 7 non medis, untuk mengawal jalannya aksi yang berjumlah lebih 3000 orang.

Untuk meningkatkan efektivitas pelayanan, tim dibagi dalam 5 kelompok saat berada di 0KM. Tim berada di utara Istana Negara, selatan Istana Negara, depan Monumen Serangan Umum 1 Maret, depan Kantor Pos Besar & depan Gedung Bank BNI.

Saat orasi berlangsung, masa masih berjalan merapat dr arah malioboro. Setelah masa benar benar terkonsentrasi di 0km, tim mulai merapat & koordinator berkeliling untuk memastikan tim dalam kontrol. Skenario ini efektif untuk menjangkau daerah kerumunan padat dan mengantisipasi lalu lintas yg tetap berjalan.

Tim mengevakuasi 2 pasien yg mengalami kelelahan dan merujuk ke RS PKU Muhammadiyah jl. KH. Ahmad Dahlan. Para peserta yg mengalami maagh, mual juga tertangani. Peserta juga memanfaatkan layanan tensi yg disediakan. Tim medis membubarkan diri saat lokasi aksi telah steril pukul 13.00 WIB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *