Dampak longsor di Ponorogo

Sabtu pagi tangal 8 April 2017 tim medis gabungan dari Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) beserta Tim Bantuan Medis Mahasiswa Panacea FK UGM bertolak ke desa Banaran, kecamatan Pulung, kabupaten Ponorogo terkait dengan musibah tanah longsor di wilayah tersebut. Tim yang diberangkatkan berjumlah 12 personil dengan komposisi 2 dokter dan, 1 asisten dokter, 2 non medis dibantu dengan TBMM FK UGM menerjunkan 6 asisten dokter.

Setelah tim sampai ditempat tujuan pukul 14.00 WIB, tim langsung berkordinasi dengan Posko Induk Basarnas Surabaya dan Semarang yang berada di lokasi. Posko kesehatan MER-C didirikan di gedung PKK Banaran. Lokasi posko berada di perbatasan zona merah dan zona kuning. Sembari berkordinasi dengan Basarnas dan mendirikan posko, tim MER-C juga memberikan pelayanan kesehatan bagi para relawan yang mengalami kelelahan setelah melakukan pencarian selama 5 hari dan belum menemukan korban satupun.

Setelah selesai  mempersiapkan posko kesehatan, tim melakukan koordinasi untuk menetukan misi tanah longsor Ponorogo. Adapun tiga misi yang dijalankan adalah :
1)    Backup keperluan medis para relawan.
2)    Melakukan Pelayanan kesehatan untuk masyarakat terdam bencana longsor
3)    Trauma Healing untuk anak-anak terdam bencana longsor

Tim berencana membuka 2 posko yaitu TK PKK Banaran yang terletak di perbatasan zona merah dan zona kuning serta di ring 1 dekat posko induk agar lebih dekat dengan lokasi posko relawan SAR yang bekerja di ring 1. Setelah selesai mempersiapkan posko kesehatan di TK PKK Banaran, sebagian tim menuju ke posko induk di ring 1 dengan menumpang pick up pembawa material dan logistik pada pukul 15:54 WIB. Untuk menuju ring 1, relawan dapat berjalan kaki maupun menumpang pick up material.
Tepat Pada Pukul 19:30 WIB tim medis dibagi menjadi dua kelompok untuk melakukan pengecekan kondisi serta pelayanan medis kepada relawan-relawan yang memiliki keluhan kesehatan. Tim gabungan MER-C dan PANACEA UGM mendatangi secara langsung ke setiap posko relawan. Posko relawan yang disweeping adalah Posko MTA, Posko INDUK, Posko BASARNAS Surabaya dan Semarang, kelompok AGL (Anak Gunung Lawu), Posko OI, Posko Mapala Seluruh Indonesia, dll. Sweeping relawan selesai sampai pukul 23:00 dan tim gabungan kembali menuju posko untuk koordinasi kegiatan hari minggu  9 April 2017.
Minggu pagi pukul 07:00 WIB tim gabungan MER-C dan PANACEA UGM melakukan Trauma Healing kepada anak-anak TK sejumah kurang lebih 40 anak bertempat di Posko Kesehatan MER-C dan TBMM FK UGM. Kegitan berisi permainan senam otak, menggambar dan menonton film bersama. Di saat yang bersamaan, kami membuka pelayanan kesehatan di ruang kelas yang berbeda. Antusiasme masyarakat untuk berobat cukup tinggi. Trauma healing juga berjalan lancar dan selesai pukul 10.00 WIB. Sedangkan pelayanan kesehatan rencananya masih kami buka sampai sore hari.

Sesi trauma healing untuk anak-anak

Pada pukul 11:00, sebanyak 2 anggota tim pergi menuju rumah  Lurah untuk melakukan Trauma Healing pada anak-anak yang kedua orangtuanya menjadi korban jiwa. Rumah  Lurah juga menjadi posko pengungsian bagi warga terdampak karena areanya cukup aman.
Sekitar pukul 11:50 WIB terjadi longsor susulan sehingga memaksa tim gabungan MER-C dan PANACEA UGM meninggalkan posko menuju tempat yang lebih aman. Jarak posko kesehatan MER-C dan TBMM FK UGM kurang lebih 20 meter dari titik aliran longsor susulan. Setelah longsor susulan, keadaan menjadi kacau, tim terpisah menjadi 2. Sebagian tim TBMM FK UGM sudah berada di zona hijau dan terhambat komunikasi dengan tim MER-C dan TBMM FK UGM yang masih berada di zona kuning. Tim yang sudah di zona hijau juga sulit masuk kembali ke zona kuning karena terehambat komunikasi dan pembatasan masuk area bencana hingga pukul 20.00 WIB. Dalam kejadian seluruh anggota tim dalam kondisi selamat.

Pada minggu sore pos induk memutuskan untuk menyudahi evakuasi korban. Garis polisi juga diperluas hingga area TK PKK Banaran tempat tim gabungan MER-C mendirikan posko. Sore sampai malam puku 19:00 WIB tim memberikan pelayanan kesehatan di kampung sebelah tebing longsor dengan kondisi listrik padam. Disana terdapat 5 pasien berusia diatas 80 tahun yang tidak mau dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Pukul 20:00 WIB bersama dengan relawan yang lain MER-C memutuskan untuk kembali ke Yogyakarta dan melakukan evaluasi singkat di kota Ponorogo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *